Waspada Penyebaran Covid-19 Pasca Lebaran

  • Bagikan

KUPANG- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (JNS) bersama Ketua DPRD NTT dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT mengikuti Pengarahan Presiden Jokowi Widodo kepada para kepala daerah Se-Indonesia secara virtual di Ruang Rapat Asisten, Kantor Gubernur NTT, Senin (17/4).

Dalam arahannya Presiden Jokowi mengatakan meminta para kepala daerah untuk tetap memantau dan siaga terhadap penyebaran covid-19 di daerah masing-masing.

“Pasca lebaran kita harus berhati-hati terhadap penyebaran covid-19 karena ada potensi peningkatan jumlah kasus baru covid-19. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik. Terdapat sekitar satu setengah juta orang yang mudik dalam kurun waktu 6-17 mei 2021. Sebelum adanya larangan mudik terdapat kira-kira 33 persen masyarakat Indonesia yang berkeinginan untuk mudik,” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan, setelah larangan mudik disampaikan, jumlah masyarakat yang berkeinginan mudik turun menjadi 11 persen. Setelah sosialisasi larangan mudik, masyarakat yang berkeinginan mudik turun menjadi 7 persen, dan saat pelaksanaan larangan mudik yang disertai penyekatan-penyekatan di berbagai daerah, masyarakat yang mudik 1,1 persen atau sekitar 1 setengah juta orang yang masih mudik. Meski demikian menurutnya, angka tersebut merupakan angka yang cukup besar.

Pemerintah,lanjut Presiden Jokowi terus berupaya agar kasus aktif covid-19 tidak sebesar pada tahun lalu.

“Sudah terjadi penurunan kasus aktif dari puncak kasus aktif pada awal februari 2021 yaitu sekita 167.000 kasus aktif. Tetapi sekarang, kasus aktif sudah turun jadi 90.800 atau turun sekitar 48 persen. Penurunan kasus ini yang perlu kita pertahankan,” jelas Jokowi.

Presiden juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gelombang ke 2 covid-19.

“Kita juga harus berhati-hati terhadap gelombang ke 2 atau gelombang 3 yang sudah terjadi di negara tetangga kita,” ungkap Jokowi.

Presiden juga memberikan arahan kepada 15 provinsi yang masuk ke zona merah dan mengalami kenaikan kasus Covid-19 untuk berhati-hati. Provinsi-provinsi tersebut yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Maluku, Banten, NTB, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo.

“Saya minta kepada Gubernur, walikota dan bupati beserta jajarannya wajib untuk mengetahui data terkait kondisi perkembangan covid-19 yang ada di setiap daerah yang dipimpinnya sehingga mengetahui langkah-langkah apa saya yang harus dilakukan,” tegas Presiden Jokowi.

Lebih lanjut Presiden mengingatkan agar semua kepala daerah meningkatkan keeaspadaan dua minggu ke depan.

“Dalam dua minggu ke depan kita harus berhati-hati karena mobilitas masyarakat di tempat-tempat wisata pada masa lebaran kemarin mengalami peningkatan yang cukup tinggi yaitu dari 38 sampai 100,8 persen. Daerah-daerah yang masih di dalam zona merah dan oranye penyebaran covid-19 tempat wisatanya harus ditutup sementara. Daerah-daerah yang berada pada zona kuning dan hijau boleh membuka tempat wisata tetapi harus didampingi petugas ataupun satgas covid-19 sehingga protokol kesehatan secara ketat bisa dilaksanakan,”ungkap Presiden.

Pada kesempatan tersebut Presiden juga memberikan arahan terkait pertumbuhan enonomi.
“Pada kuartal pertama 2021 pertumbuhan ekonomi kita masih minus 0,74 persen. Pemerintah mempunyai target pada kuartal ke 2 kurang lebih harus di atas 7 persen. Kita mempunyai indikasi untuk mencapai target tersebut tetapi tergantung kerja keras kita bersama. Pada periode idul fitri tahun ini terjadi peningkatan peredaran uang dibanding idul fitri 2020 yaitu mencapai 154,5 triliun atau kenaikan mencapai 41 persen,” ujar Jokowi.

“Ada beberapa provinsi yang mengalami pertumbuhan ekonomi per provinsi pada kuartal pertama tahun 2021 yaitu Riau, Papua, Sultra, D.I Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, NTT, Papua Barat, Babel, Maluku Utara. Dan kita harus bekerja keras agar dikuartal ke dua target kita untuk pertumbuhan ekonomi diatas 7 persen dapat tercapai. Tetapi kita harus berhati-hati, urusan covid tetap harus diutamakan jangan hanya melihat dari sisi ekonomi tetapi keduanya harus jalan beriringan,” pungkas Jokowi.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk mendoakan bangsa Indonesia yang sedang berjuang dalam pandemi Covid-19. (SPS/PNT)

loading…
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan