Click it!
Warga Laporkan Kades Birunatun ke Kejari TTU, Terkait BLT Dana Desa | promoNTT.com

Warga Laporkan Kades Birunatun ke Kejari TTU, Terkait BLT Dana Desa

BEBERAPA warga Desa Birunatun, Kecamatan biboki Feotleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat laporan pengaduan  terhadap Kepala Desa (Kades) Birunatun, Martinus Tobu, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara, pada Senin (11/01/2021).

Pasalnya, kepala Desa Birunatun diduga melakukan penyelewengan Dana Desa terkait dengan Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap III dari bulan Oktober, November dan Desember yang sudah dicairkan, Namun belum di realisasikan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kepada media, Kasi Intel Kejari Timor Tengah Utara, Benfrid C.M Foeh, SH mengatakan bahwa telah menerima laporan pengaduan masyarakat Desa Birunatun terkait dengan pengelolaan Dana Desa oleh Kepala Desa Birunatun.

“Pengaduan pada intinya yang disampaikan itu terkait dengan  Dana BLT Tahap III yang sudah dicairkan namun sampai dengan saat ini belum dibayarkan kepada penerima, sebanyak 76 penerima, ” kata Foeh.

Selain Dana BLT, kegiatan fisik lainnya yang sampai akhir tahun 2020 juga belum terlaksana namun Dananya sudah dicairkan. Menurutnya, meskipun laporan pengaduan bersifat Lisan namun pihaknya tetap menerima dan telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Timor Tengah Utara  sendiri, terkait dengan masalah ini, karena dugaan penyelewengan Dana Desa ini juga di laporkan ke Dinas PMD.

Namun, akan dilanjutkan dengan laporan tertulis ke Bupati terkait dengan pengelolaan Dana Desa sehingga dari laporan tertulis itu, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas PMD dan Inspektorat untuk mengambil langkah-langkah yang bisa dilaksanakan lebih dahulu sebelum sampai ke tahap penindakan.

“Dalam waktu dekat, mereka kirimkan laporan secara tertulis resmi ditujukan kepada Bupati dan tembusan kepada kami, sehingga kami berkoordinasi dengan PMD dan Inspektorat,  dan kalau itu ada temuan yang menjadi temuan Inspektorat maka Kita akan mengambil alih dalam penindakan ke tahap yang lebih lanjut”, ungkap Foeh

Sementara itu, Gregorius Bouk, anggota BPD desa Birunatun, saat dimintai konfirmasi usai memberikan laporan di kejaksaan negeri Kefamenanu menjelaskan bahwa tujuan laporan tersebut karena tidak ada realisasi BLT DD tahap III dan tidak adanya bangunan fisik ditahun 2020.

Menurut Bouk, pengaduan ini terkait dengan dana BLT tahap III yakni bulan Oktober hingga Desember yang hingga hari ini belum dibagikan. Selain itu pengaduan ini terkait dengan pembangunan fisik dari tahun 2018 sampai 2020.

“Fisik tahun 2018 yaitu 174 meteran listrik yang tidak terpasang sama sekali. Fisik pada tahun 2019 yaitu 10 buah rumah layak huni dan 20 wc sehat, itu pun baru 2 rumah yang atap sedangkan 8 lainnya belum dan fisik pada 2020 yaitu 10 buah rumah layak huni dan 15 wc itu tidak satupun rumah yang dibangun,” urai Bouk.

Bouk menambahkan bahwa laporan yang disampaikan saat ini masih berbentuk lisan. Namun untuk 1 hingga 2 hari kedepan akan diserahkan laporan tertulis untukditindaklanjuti. (LPM/PNT)

loading...

promoNTT.com

Next Post

Tuduhan Satyo Purwanto kepada Herman Heri Itu Fitnah Keji Tanpa Bukti Akurat

Sen Jan 11 , 2021
PERNYATAAN Direktur Oversight of Indonesia’s Democracy Policy, Satyo Purwanto, dalam sejumlah media […]
error

Bagikan ke Teman

RSS
Follow by Email
Instagram