Click it!
Walau Angka Covid-19 Tinggi Kota Kupang Belum Lakukan PSBB, Ini Penjelasannya | promoNTT.com

Walau Angka Covid-19 Tinggi Kota Kupang Belum Lakukan PSBB, Ini Penjelasannya

PEMERINTAH pusat telah mengambil kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali mulai 11-25 Januari 2021. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto dalam konferensi pers yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/1/2021).

Menurut Airlangga, pembatasan itu akan diterapkan secara terbatas. Tujuannya, meminimalisasi penularan Covid-19. Secara garis besar, pembatasan ini mengatur sejumlah kegiatan, antara lain perkantoran, pembelajaran di sekolah, operasional pusat perbelanjaan, seni budaya, hingga peribadatan.

Dalam penjelasannya, Airlangga menyebut, pembatasan kegiatan masyarakat kali ini sudah sesuai dengan peraturan undang-undang.

Terkait dengan pembatasan kegiatan masyarakat ini, Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man, melalui akun Facebooknya menjelaskan bahwa pemerintah Kota Kupang sampai saat ini belum menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat di Kota Kupang. Baginya untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tentunya pemerintah Kota Kupang harus terlebih dahulu mendapat izin dari pemerintahan yang lebih tinggi.

“Untuk melakukan PSPB, tentu kami atau pemerintah kota harus mendapat izin dari pemerintahan yang lebih tinggi. Dalam hal ini kita berkoordinasi dengan Gubernur dan kementerian atau Badan Penanggulangan Bencana Nasional”, kata Herman Man, Kamis (7/01/2021).

Herman menjelaskan bahwa ada beberapa indikator untuk memberlakukan PSPB. Pertama adalah tingkat kematian yang disebabkan oleh Covid-19 atau disebut case fatality rate. Cara menghitungnya sederhana yaitu jumlah kematian dibagi dengan seluruh kasus yang ada dikali seratus persen.

Hermanus belum bisa memastikan jumlah tingkat kematian akibat Covid-19 yang terjadi di Kota Kupang dikarenakan pihaknya masih menghitung. Namun dirinya berjanji akan merilis angka-angka terkait tingkat kematian akibat Covid-19 ini.

Yang kedua adalah tingkat kesembuhan. Yaitu menghitung angka kesembuhan dari jumlah keseluruhan kasus Covid-19 yang telah sembuh.

“Nanti kita akan hitung. Andai kata kesembuhan di Kota Kupang ini lebih rendah dari angka nasional, itu menjadi indikator bahwa kita di sini perlu memperhatikan atau PSBB”, jelas Herman Man.

Yang ketiga adalah menghitung berapa kasus Covid-19 yang masih aktif, yang berpotensi menular.

“Jadi Kalau kita ada 1005 kasus, dikurangi dengan kematian, dikurangi dengan kesembuhan, berapa sisanya. Sekali lagi sampai hari ini saya belum bisa merilis angka itu. Karena banyak pasien tidak hanya di RSU W.Z. Yohannes Kupang, RSUD S.K. Lerik tapi juga di rumah sakit swasta yang ada di Kota Kupang dan ada juga yang melakukan isolasi secara mandiri di rumah”, terangnya.

Yang keempat adalah Bed Occupancy Rate (BOR). Yaitu jumlah pemakaian tempat tidur dari seluruh ruang isolasi di rumah sakit melebihi angka 80 persen.

Menurut Wakil Walikota Kupang dua periode ini, dari keempat indikator tersebut akan diakumulasikan kemudian dianalisis oleh pemerintah Kota Kupang untuk menentukan perlu tidaknya diberlakukannya PSBB di Kota Kupang.

Hermanus Man juga menyampaikan bahwa penyebaran Covid-19 melalui transmisi lokal di kota Kupang saat ini jumlahnya sangat tinggi. Namun pihaknya belum bisa memastikan jumlah angka penyebaran melalui transmisi lokal tersebut. Untuk itu, saat ini pihaknya bersama para pakar yang membantu pihak pemkot Kupang sedang menghitung untuk angka-angka tersebut.

“Satu dua hari ini para pakar yang membantu pemerintah kota kupang lagi menghitung. Saya sendiri yang akan merilis kalau angka ini sudah keluar”, ujarnya. (HZN/PNT)

loading...

promoNTT.com

Next Post

Atasi Eror, PLN Kefamenanu Lakukan Peremajaan Meter Pelanggan

Kam Jan 7 , 2021
PT PLN (Persero) Cabang Kefamenanu melakukan pergantian kWh meter yang jangka waktu […]
error

Bagikan ke Teman

RSS
Follow by Email
Instagram