Target Turunkan Angka Stunting di TTU, BISA Sasar Puskesmas dan Sekolah

  • Bagikan

KERJASAMA Save the Children dan Nutrition International yang tergabung dalam Better Investment for Stunting Alleviation (BISA) menggelar workshop pemangku kebijakan terkait cuci tangan pakai sabun dan gizi remaja di kabupaten TTU, yang di gelar di Hotel Victory 2, Jumat (05/02/2021).

Pantauan promoNTT.com, kegiatan ini melibatkan 38 kepala sekolah se-kabupaten TTU, perwakilan Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten TTU dan Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten TTU.

Chief of Party BISA, Prima Setiawan kepada media mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan gambaran kegiatan dan target yang akan didukung oleh BISA,  yang dilaksanakan oleh Save the Children dan stakeholder yang ada, terkait Cuci tangan pakai sabun dan gizi remaja untuk remaja  di Kabupaten Timor Tengah Utara.

BISA merupakan organisasi terpadu untuk mendukung program pemerintah Indonesia melalui intervensi gizi-spesifik dan gizi sensitif untuk menurunkan stunting sebagaimana tertuang dalam Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting 2018-2024.

“BISA dalam periode 2019-2024  bertujuan mengurangi stunting dengan meningkatkan status gizi dan perilaku hidup sehat anak perempuan remaja,wanita usia reproduksi, dan anak-anak di bawah usia dua tahun di Provinsi Nusa Tenggara Timurnya (NTT) Khususnya TTU”, kata Prima

Menurutnya program BISA yakni mengimplementasikan pelatihan dan pendampingan 1000 hari pertama untuk keluarga serta remaja, dengan mendorong perubahan perilaku di level individu dan masyarakat melalui pendekatan sosial dan komunikasi perubahan perilaku, penguatan sistem kesehatan dan kapasitas tata kelola perencanaan dan penganggaran pemerintah.

“NTT merupakan provinsi dengan persentasi stunting tertinggi 42,6% (Riskesdas 2018). Persentasi stunting di kabupaten Timor Tengah Utara 31,3% dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat (Baseline BISA,2020). Oleh karena itu, kehadiran BISA diharapkan dapat berkontribusi terhadap penurunan stunting pada anak umur dibawah dua tahun”, jelas Prima.

Dirinya mengungkapkan sasaran intervensi BISA di tahun 2021 di kabupaten TTU yakni 11 Puskesmas, 20 desa, 20 SMA dan 38 SMP yang tersebar di kabupaten TTU.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk penguatan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun pada remaja dan peningkatan praktik konsumsi tablet tambah darah dan kesadaran gizi pada remaja akan dilakukan melalui penguatan intra dan ekstra kurikulum, lanjut Prima.

Dirinya berharap dengan kegiatan hari ini dapat membuahkan kesepakatan bersama para pengambil kebijakan di tingkat Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan serta para Kepala Sekolah untuk mendukung perubahan perilaku remaja melalui sekolah.

“Setelah kesepakatan para pengambil kebijakan tersebut nantinya akan dilanjutkan rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas secara berjenjang dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat sekolah, sehingga rencana integrasi dukungan perubahan perilaku terkait cuci tangan pakai sabun dan gizi remaja dapat dimasukan dalam kurikulum dan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah”, tutup Prima.

Kegiatan workshop tersebut berjalan sesuai dengan protokol covid-19. Terlihat saat memasuki ruangan, peserta workshop melakukan tes suhu dan pembagian masker oleh penyelenggara kegiatan. (LPM/PNT)

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *