Sumbang Kursi Roda untuk Lansia, Wabup Lembata Beri Apresiasi kepada Yayasan BARAKAT

  • Bagikan

KEBERADAAN lansia perlu mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak. Untuk itu Sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat, Yayasan BARAKAT menyatakan kepeduliannya dengan memberikan bantuan berupa kursi roda kepada dua orang lansia di Kabupaten Lembata.

Kali ini Yayasan BARAKAT berkesempatan memberikan batuan kursi roda kepada mama Bergita Barek yang berdomisili di RT 28 RW 20 Kelurahan Selandoro Kecamatan Nubatukan dan mama Katherina Kewa tinggal di RT 11 RW 04 Kotabaru Kelurahan Lewoleba Tengah pada Senin (01/2/2021). Kedua lansia ini adalah pengungsi erupsi gunung Ile Lewotolok Kabupaten Lembata.

Dalam menyalurkan bantuan dua buah kursi roda ini, Bence Pureklolon selaku Direktur LSM BARAKAT juga mengajak Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday untuk diserahkan langsung kepada kedua lansia tersebut.

Kepada promoNTT.com Direktur Yayasan BARAKAT, Bence Pureklolon mengatakan bahwa kursi roda yang di berikan kepada para lansia ini merupakan sumbangan dari salah satu donatur yang tinggal di Surabaya.

“Kursi roda ini kita minta dari teman- teman di Densos Keuskupan Surabaya. Kebetulan kita mempunyai beberapa posko bernama Posko Barakat, terdiri dari beberapa pihak termasuk Walhi bergabung didalamnya. Melalui Densos Keuskupan Surabaya kita diperkenalkan dengan pak hartono yang menyumbangkan kursi roda tersebut,” kata Bence.

Bence juga mengungkapkan dalam menyalurkan batuan pihaknya meminta kesediaan Wakil Bupati Lembata sebagai perwakilan dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata. Menurutnya, sejak menjadi Wakil Bupati Lembata, beliau adalah salah satu pejabat yang mau hadir mengikuti kegiatan yang dilaksanakan Yayasan BARAKAT walau tanpa bersurat secara resmi.

“Pak wakil ini juga sering membantu kami mengakses bantuan ke beberapa tempat. Kami meminta kesediaan beliau untuk bersama-sama menyerahkan kursi roda itu, dan beliau bersedia,” ungkap Bence.

Sementara itu Wakil Bupati Lembata, Thomas Langoday menyampaikan bahwa ada banyak penduduk Lembata yang saat ini masuk kategori lanjut usia (lansia) bahkan ada yang saat ini berusia 102 tahun. Menurutnya para lansia ini di masa mudanya menjadi tulang punggung keluarga bahkan menjadi single parent karena ditinggal kekasih hati meninggal dunia.

“Saat ini mereka hanya berada di rumah bahkan di kamar tidur karena penyakit stroke, asam urat atau karena termakan usia sehingga tidak bisa berjalan sendiri ataupun karena penyakit penyerta lainnya,” kata Thomas Langoday.

Lanjutnya, di hari tua ini mereka membutuhkan alat bantu berupa tongkat atau kursi roda untuk bisa bergerak lebih leluasa. Untuk itu dirinya memberikan apresiasi kepada Yayasan BARAKAT karena berkat kerja sama dengan donatur dari Depsos KAK Surabaya, pihak yayasan telah menyumbangkan dua kursi roda untuk para lansia yang merupakan para pengungsi erupsi gunung Ile Lewotolok Kabupaten Lembata.

“Pemerintah daerah mengapresiasi kerja sama Yayasan BARAKAT ini. Terima kasih kepada direktur Yayasan BARAKAT bapak Benediktus Bedil Pureklolon dan para relawan yang telah ikut ambil bagian dalam membantu masyarakat Lembata dengan kebutuhan khusus ini. Terima kasih juga kepada donatur yang telah memberi tanda kasih ini” ujarnya. (INT/PNT)

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *