Postingan Berbau Pemerintah di Facebook Bakal Diberi Label Khusus

FACEBOOK memberikan label khusus untuk unggahan yang diisyaratkan berafiliasi dengan pemerintah. Bukan cuma unggahan di status, hal ini juga berlaku pada ungguhan pada halaman dan konten iklan.

Kebijakan ini diambil menyusul, banyaknya unggahan yang simpang siur sumbernya. Makanya, Facebook mengambil keputusan ini sebagai upaya untuk memberitahu kepada penggunanya terkait dari mana informasi yang mereka dapatkan.

“Jika Anda membaca unggahan bernada protes, sangat penting Anda mngetahui siapa yang menulis artikel itu dan motivasi membuat konten tersebut. Tujuannya demi memastikan publik memahami siapa yang ada dibaliknya,” kata Kepala Kebijakan Keamanan Facebook, Nathaniel Gleicher dikutip dari CNN.

Rencananya, kebijakan ini akan mulai diberlakukan untuk akun Russia Today yang merupakan media milik Pemerintah Rusia. Kemudian menyusul akun Xinhua China, yang merupakan kantor berita milik Pemerintah China.

Pekan depan, kebijakan pelabelan unggahan ini akan diberlakukan di Amerika Serikat. Hanya saja, belum dibeberkan, unggahan media milik siapa yang mulai akan dikenakan kebijakan. Setelah itu, perlahan akan meluas ke seluruh negara.”Perhatian kami adalah media negara menggabungkan kekuatan agenda setting media dengan dukungan strategis pemerintah,” jelasnya lagi.

Gleicher juga mengungkap, mengapa Rusia dan China yang pertama kali diterapkan kebijakan tersebut. Menurut Gleicher, kedua media negara tersebut memanfaatkan momen pandemi virus corona dan tindakan diskriminatif kepolisian AS terhadap mendiang George Floyd.

Media yang ditunggangi pemerintah China dan Rusia itu mengunggah berita yang mengkritik aksi demo besar-besaran di AS sebagai bentuk pembelaan kepada Floyd.

Gleicher dan tim pun telah menyusun rencana untuk memblokir media-media yang terafiliasi dengan pemerintah AS yang mengunggah konten iklan yang berusaha untuk menyudutkan salah satu calon kandidat jelang Pemilihan Presiden AS pada November 2020 mendatang.

Sebelum diterapkan, Facebook telah berkonsultasi dengan 65 ahli untuk membuat daftar kriteria media mana saja yang memang dikontrol oleh pemerintah.

Kriteria-kriterianya meliputi dari mana sumber pendanaan, transparansi editorial, struktur kepemilikan dan tata kelola, mekanisme akuntabilitas internal serta konfirmasi independensi dari pihak ketiga.

“Masukan yang kami terima dari para ahli sangat penting untuk memahami berbagai cara dan tingkat di mana pemerintah melakukan kontrol editorial terhadap entitas media,” kata Gleicher dikutip dari laman blog resmi Facebook. (NET)

loading...

promoNTT.com

Tinggalkan Balasan

Next Post

7 Situs Alternatif Streaming Video Selain YouTube

Kam Jun 11 , 2020
YouTube memang didaulat sebagai salah satu situs nonton video paling populer di […]
error

Bagikan ke Teman

RSS
Follow by Email
Twitter
Instagram
%d blogger menyukai ini: