Positif Rapid Test, Haruskah Panik?

  • Bagikan

DALAM rangka percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia, pemerintah mulai menerapkan metode Rapid Test (RT) Antibodi sejak bulan Maret lalu. Metode RT Antibodi atau yang lebih dikenal masyarakat dengan istilah Rapid Test ini dilakukan dengan mengambil spesimen darah sebagai deteksi awal pada orang yang berada di wilayah yang tidak mempunyai fasilitas pemeriksaan RT PCR. Rapid Test diharapkan dapat menjaring secara cepat keberadaan kasus positif di Indonesia.

Dikutip dari situs resmi Kementrian Kesehatan, Juru Bicara Covid-19 di Indonesia, dr. Achmad Yurianto menyampaikan, “Salah satu keuntungannya bahwa ini tidak membutuhkan saran pemeriksaan Lab pada BSL (Bio Safety Level) 2. Artinya ini bisa dilaksanakan hampir di semua Lab kesehatan yang ada di RS di Indonesia.”

Menurut Pedoman Penanganan Cepat Medis Dan Kesehatan Masyarakat COVID-19 di Indonesia yang disusun oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, ada tiga kategori pasien dalam tatakelola Rapid Test di fasilitas kesehatan. Tiga kategori tersebut yakni Orang Tanpa Gejala (OTG) namun memiliki riwayat kontak erat dengan orang yang positif COVID-19, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Jika pemeriksaan Rapid Test pertama pada kelompok OTG, ODP dan menunjukkan hasil negatif, maka tatalaksana selanjutnya adalah karantina mandiri dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan physical distancing; dilanjutkan dengan pemeriksaan ulang pada hari ke 10. Jika hasilnya positif, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan RT PCR sebanyak 2 kali selama 2 hari berturut-turut, apabila tersedia fasilitas pemeriksaan RT PCR. Untuk kategori PDP, apabila mengalami perburukan gejala, makan akan dilakukan perawatan di rumah sakit.

Sebaliknya, jika pemeriksaan Rapid Test pertama menunjukkan hasil positif, orang dalam kelompok OTG dan ODP harus melakukan karantina mandiri, kemudian akan dikonfirmasi lebih lanjut dengan pemeriksaan RT PCR sebanyak dua kali selama dua hari berturut-turut untuk mengetahui hasil yang lebih akurat.

Untuk orang yang terklasifikasi sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), jika hasil pemeriksaan Rapid Test yang pertama menunjukkan hasil positif, prosedur selanjutnya adalah isolasi diri di rumah jika gejala ringan, isolasi di rumah sakit darurat untuk gejala sedang, atau isolasi di rumah sakit rujukan jika pasien yang bersangkutan menunjukkan gejala berat. Pada kelompok ini juga akan dikonfirmasi dengan pemeriksaan RT PCR sebanyak dua kali selama dua hari berturut-turut.

Hasil pemeriksaan dengan metode Rapid Test bisa saja menunjukkan hasil yang berbeda dengan RT PCR atau tes swab. Pada Rapid Test, dilakukan pengambilan darah dari pembuluh kapiler atau ujung jari untuk kemudian diperiksa tingkat antibodinya. Dalam hal ini dibutuhkan enam hingga tujuh hari hingga terbentuk antibodi pada darah seseorang untuk kemudian bisa diidentifikasi adanya infeksi di dalam tubuh.

Sedangkan pada RT PCR, pemeriksaan dilakukan dengan metode Polymerase Chain Reaction atau reaksi berantai polimerase dengan menggunakan apusan tenggorokkan atau apusan kerongkongan sebagai sampel spesimen yang diperiksa. Metode ini dipercaya paling akurat meskipun lebih rumit dan membutuhkan waktu yang lebih lama. Pemeriksaan sampel pun hanya bisa dilakukan di laboratorium dengan kelengkapan khusus.

Terkait metode pemeriksaaan ini, masyarakat diharapkan tidak panik dan tetap mengikuti prosedur yang dianjurkan pemerintah. dr. Achmad menjelaskan, Rapid Test harus diiringi dengan pemahaman tentang pentingnya isolasi diri. Karena pada kasus positif Covid-19 melalui pemeriksaan Rapid Test dan kemudian tanpa gejala atau memiliki gejala yang minimal indikasinya adalah harus melaksanakan isolasi diri di rumah.

“Kita harus memaknai kasus positif dari pemeriksaan Rapid bahwa yang bersangkutan memiliki potensi untuk menularkan penyakitnya kepada orang lain. Oleh karena itu paling penting adalah melakukan isolasi diri,” tambahnya. (MCS)

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *