Mediasi Pengadaan Porang di Banain A Ricuh, Warga Segel Kantor Desa dan Sita Kendaraan

  • Bagikan

KEFAMENANU- Pengadaan porang di desa Banain A, Kecamatan Bikomi Utara, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur terus menuai protes.

Pantauan Media, Mediasi bersama Camat Bikomi Utara dihadiri Pihak ketiga, masyarakat, Sekertaris Desa, dan Plt. Desa Banain A dilaksanakan di kantor Desa Banain A, Rabu (03/03/2021).

Proses Mediasi  berjalan alot dan memanas saat masyarakat mempertanyakan prosedur pengadaan porang ke pihak ketiga dan pemerintah Desa Banain A.

Masyarakat Banain A meminta pihak ketiga dan pemerintah desa menurunkan harga porang yang semula Rp10.000/polibag di turunkan menjadi Rp3.000/polibag. Namun, pihak ketiga dan Pemdes menolak permintaan itu.

Penolakan pihak ketiga dan pemerintah desa tersebut  berujung penyegelan Kantor desa dan penarikan 3 unit sepeda motor invertaris desa oleh masyarakat Banain A.

Kepada Media, Petrus Kefi mengatakan proses penyegelan tersebut karena tidak ada kesepakatan dan transparansi dari pemdes.

“Tadi kami mnta 1 pohon Rp3.000 di pak Leo, dan kami minta uang sisa di kembalikan ke masyarakat tapi dong(mereka) tidak mau”, ungkap Petrus.

Menurutnya, penolakan itu yang membuat masyarakat geram lalu menyegel kantor desa, gedung penyimpanan anakan porang serta menyita 3 unit kendaraan bermotor.

“Jadi ini hari kami masih tutup kantor desa dengan gedung penyimpanan anakan porang, kapan saja tim auditor turun baru buka kantor desa, motor dinas ada 3 kami kunci di dalam kantor nanti kapan tim auditor turun baru buka”, ungkap Petrus.

Terpisah, Mateus Tfulin mengungkapkan sejak tahun 2015-2020, tidak ada transparansi pemerintah desa dengan masyarakat.

Dirinya menuturkan pemerintah desa sering mengambil kebijakan sendiri dan merubah usulan masyarakat dalam kegiatan Musdus dan Musdes.

“Saat Musdus dan Musdes masyarakat buat usulan tapi sebentar dong (mereka) rapat kembali coret kami punya usulan, contohnya Porang ini. Kenapa tidak berdayakan masyarakat sendiri tapi lebih berdayakan satu orang, padahal masyarakat ada tanam Porang”, Tutur Mateus. (LPM/PNT)

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *