Keluhkan Penanganan Pasien Covid-19, Warga Naikoten 1 Lapor ke Anggota DPRD Kota Kupang

  • Bagikan

KOTA KUPANG- Tidak adanya penanganan yang serius dari satuan tugas Covid-19 terhadap pasien Covid-19 dikeluhkan warga di wilayah RT 013 RW 005, Kelurahan Naikoten 1, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Dalam merespon keluhan dari warga tersebut, anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Gerindra, Richard Elvis Odja, Sabtu (27/2/2021), langsung mengambil sikap dengan mendatangi rumah pasien Covid-19.

Kepada media ini Richard mengatakan, berdasarkan laporan warga setempat bahwa salah satu tokoh masyarakat yang juga ketua RW di wilayah tersebut terpapar Covid-19. Untuk itu kedatangannya bersama pihak Babinsa Kelurahan Naikoten 1 kali ini, selain memastikan secara langsung laporan dari warga kepadanya sekaligus untuk melihat keadaan pasien Covid-19.

“Sampai hari ini berdasarkan pantauan tetangga sekitar, sama sekali tidak ada pelayanan atau observasi maupun pantauan dari puskesmas terhadap pasien. Awalnya ada tapi cuma satu kali. Itupun hanya melalui telepon sekedar menyakan keadaan pasien. Ternyata hal ini benar, tidak ada tindakan yang dilakukan dari puskesmas sesuai dengan protap yang telah kita setujui bersama”, ungkap Richard.

Namun Richard memastikan akan mengambil langkah untuk mengatasi keresahan warga sekitar terkait penanganan pasien Covid-19 ini. Diapun berjanji akan menanyakan langsung kepada pihak-pihak terkait.

“Saya akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kota Kupang untuk menanyakan kenapa bisa terjadi seperti ini” ujarnya.

Selanjutnya, anggota DPRD dari daerah pemilihan Kota Raja ini mengatakan bahwa kejadian ini akan dijadikan bahan evaluasi terkait penanganan pasien Covid-19 di Kota Kupang.

“Ini akan menjadi evaluasi bagi Dinas Kesehatan Kota Kupang yang merupakan mitra saya, bahwa puskesmas sampai pada hari ini tidak turun dan observasi pasien,” katanya.

Richard juga menyampaikan bahwa dirinya akan melihat kembali anggaran yang telah ditetapkan untuk dapat dialokasikan langsung kepada gugus tugas yang ada di tingkat kelurahan sehingga dalam penanganannya dapat dilakukan dengan cepat.

“Karena kalau pemantauan setiap wilayah ini agak susah, maka kita geser ke satgas kelurahan, dalam hal ini Lurah bekerjasama dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa juga melibatkan RT-RW. Itu lebih cepat menurut saya. Dan nanti di sidang saya akan sampaikan ini semoga intervensi aturan dan anggarannya bisa kita lakukan.” ujar Ricard.

Sementara itu, Tius Amnifu (71 tahun), salah satu pasien Covid-19 mengaku bahwa sejak awal terpapar virus corona dirinya telah melapor pada pihak kelurahan. Namun setelah hari kedelapan, baru dari pihak puskesmas menghubunginya melalui telepon untuk menanyakan keadaannya.

“Saya dari awal (positif Covid-19) hingga memasuki hari kedelapan itu dari puskesmas minta kirim KTP. Saya pikir bahwa mungkin setelah KTP ini sampai akan ada kunjungan dari pihak puskesmas. Ternyata tidak ada kunjungan,” ungkap Tius yang juga ketua RW ini.

Lebih lanjut Tius Amnifu mengatakan pada hari kelimabelas, setelah dirinya sudah merasa sehat dan bisa beraktifitas kembali, atas inisiatif sendiri pergi ke Puskesmas Bakunase untuk memeriksa kondisinya guna memastikan dirinya masih positif corona atau sudah negatif.

“Setelah saya diperiksa di puskesmas, ternyata saya telah negatif,” katanya.
Dia juga mengungkapakan bahwa saat dirinya sakit dan menjalani isolasi di rumah, tidak pernah ada pemberian obat-obatan dari pihak puskesmas untuk dirinya. Menurutnya justru selama ini dia mendapatkan obat-obatan dari gereja dan tetangga di sekitarnya.

Dalam melakukan kunjungan ke pasien Covid-19, anggota DPRD termuda Kota Kupang ini bersama timnya juga melakukan penyemprotan disinfektan pada rumah-rumah warga sekitar rumah pasien sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19. (ALN/PNT)

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *