Kejari TTU Tahan 3 Tersangka Kasus Alkes RSUD Kefamenanu

  • Bagikan

KEFAMENANU- Kejaksaan Negeri Timor tengah Utara menetapkan sekaligus menahan 3 orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Alkes RSUD Kefamenanu.

Penetapan 3 orang tersangka tersebut usai pihak Kejari TTU melakukan pengembangan kasus dengan melakukan penggeledahan dan memeriksa 15 orang saksi.

Kepada awak media, Senin (15/03/2021) Kajari TTU Robert Jimmy Lambila,SH.,MH membenarkan tim penyidik kejaksaan TTU telah melakukan penetapan sekaligus penahanan terhadap 3 orang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan RSUD Kefamenanu.

“Jadi setelah kita melakukan penetapan hari ini langsung diikuti dengan melakukan penahanan, adapun tersangka yakni pihak kontraktor berinisial OJM (CV berkat mandiri), pihak PPK berinisial YMB dan ketua panitia pemeriksa barang Yang berinisial MDS”, ungkap Robert.

Menurutnya, pada tahun 2015, RSUD Kefamenanu melakukan kegiatan pengadaan alat kesehatan sebanyak 7 paket kegiatan, 3 paket kegiatan dimenangkan oleh perusahaan kontraktor CV berkat mandiri.

Namun 1 paket kegiatan UTD non e-katalog, nilai kontrak sebesar Rp1.462.000.000 tersebut didalamnya terdapat 2 item kegiatan yang tidak dilaksanakan yakni pengadaan Blood Bank refrigerator dengan total nilai kontrak sebesar Rp425.000.000.

“Tentunya hal ini sangat menggangu pelayanan kesehatan di RSUD Kefamenanu sejak tahun 2015. Dengan tidak diadakannya barang tersebut, sementara uang sudah diambil”, jelas Robert.

Dirinya bersama tim penyidik merencanakan sebelum bulan April akan melimpahkan perkara tersebut ke pengadilan tindak pidana korupsi pada pengadilan negeri Kupang.

Ketiga tersangka dijerat dengan Undang-undang tindak pidana korupsi yang diatur dalam pasal 2 dan 3 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dalam UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Ancaman hukuman untuk pasal 2 minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dan untuk pasal 3 minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun penjara”,tutup Robert.

Proses penahan tersangka akan berlangsung selama 20 hari kedepan dan Sementara dititipkan di tahanan polres TTU. (LPM/PNT)

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *