Kasus Irigasi Mnesat Batan TTU, Araksi Minta Polda NTT Segera Tahan 3 Tersangka dan Tetapkan Tersangka Baru

  • Bagikan
banner 468x60

KEFAMENANU– Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (Araksi) meminta Polda NTT segera menahan 3 orang tersangka dan menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi paket pekerjaan peningkatan jaringan irigasi Mnesat Batan di Desa Noepesu, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten TTU, Tahun Anggaran 2017.

Pekerjaan yang diduga menyalahi kontrak kerja ini menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1.107.180.042 dari pagu anggaran Rp 1.256.149.000.

banner 336x280

Kepada Promontt.com, Ketua Araksi, Alfred Baun, saat ditemui di salah satu warung makan di wilayah kota Kefamenanu meminta dengan tegas untuk segera menahan 3 orang tersangka tindak pidana korupsi yang ditangani Polda NTT itu menyangkut dengan kasus dugaan korupsi pada proyek irigasi di wilayah TTU, Minggu (4/07/2021) malam.

Pasalnya, Menurut Alfred Polda NTT telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut, namun sampai saat ini dalam menindaklanjuti kasus itu belum sampai dengan tahap penahanan terhadap tersangka.

Ketua Araksi yang pada kesempatan itu juga akan membawakan mata kuliah umum tentang tindak pidana korupsi di kampus Universitas Timor (UNIMOR) sesuai dengan permintaan dari UNIMOR menyampaikan kepada Polda NTT untuk segera menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut.

“Saya menyampaikan juga, Polda NTT itu segera menahan Tiga orang tersangka, Selain itu data kita dari ARAKSI itu bahwa harus segera tetapkan tersangka baru, tersangka baru yang kita maksudkan itu adalah Kuasa pengguna anggaran (KPA) atas nama Januarius Salem, itu dia Kuasa pengguna anggaran waktu itu di dinas PU,” jelas Alfred.

Alasan Kenapa pihaknya meminta Polda NTT untuk menetapkan dia sebagai tersangka karena menurutnya dalam suatu proses kegiatan dalam penggunaan anggaran, KPA itu menjadi eksekutor terhadap pencairan keuangan negara.

Dari KPA itu, Lanjut Alfred dia memiliki kewenangan penuh untuk untuk meneliti semua verikator dari tingkat bawah untuk memastikan bahwa proyek ini sudah 100%, sudah sesuai dengan nilai kontrak, sudah sesuai dengan fisik, sudah sesuai dengan perencanaan

“Ketika dokumen-dokumen itu dinyatakan lengkap benar adanya baru bisa dilakukan penandatanganan untuk pencairan anggaran. Nah, faktanya adalah anggaran ini cair 100%, tetapi ditemukan masalah,” tambah Alfred

Ketiga tersangka dalam perkara ini, masing-masing Wandelinus Laka sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Konsultan Pengawas Dominikus Bano, dan Kontraktor pelaksana, Manurung M.S.

“Ini bagi saya iya, tetapi masih kurang satu yaitu KPA, jadi pada kesempatan ini kita minta kepada pihak Polda NTT segera menetapkan tersangka baru,” tegas Alfred.

“Kemarin Polda NTT Masih beralasan pada kasus bawang merah belum P21 dan kasus bawang merah sudah P21 kemudian ditelaah untuk diproses ulang tetapi dengan adanya celah ini maka Polda NTT jangan menunda-nunda lagi untuk menahan para tersangka dan menetapkan tersangka baru,” tutup Alfred. (POL/PNT)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *