Geledah RSUD Kefamenanu, Jaksa Sita Dokumen Penting

  • Bagikan

KEFAMENANU- Kejaksaan negeri (Kejari) Kefamenanu melakukan penggeledahan dugaan adanya tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan tahun anggaran 2015 di RSUD Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Pantauan Media Promo NTT, Rabu (10/03/2021) usai penggeledahan terlihat tim penyidik kejaksaan keluar dari RSUD Kefamenanu dengan membawa sebuah Koper hitam berisikan dokumen-dokumen penting yang di dapat dari hasil penggeledahan.

Usai penggeledahan, Kepada Media Promontt diruang kerjanya, Kepala Kejari Kefamenanu, Robert Jimmy Lambila, SH, MH mengatakan penggeledahan Hari ini dilakukan tim penyidik kejaksaan terkait dengan pengadaan alat kesehatan pada tahun  2015 dengan anggaran sebesar Rp11.000.000.000 yang terbagi dalam 7 item kegiatan.

Terdapat satu kegiatan yang dilakukan oleh CV Berkat Mandiri untuk pengadaan non ekatalog senilai Rp1.462.000.000 itu, didalamnya terdapat 2 (dua) item kegiatan yang tidak di laksanakan.

“Ada dua jenis item yang tidak di laksanakan sesuai kontrak bahkan fiktif, 2 (dua) item tersebut nilai kontraknya  Rp500.000.000”, ungkap Roberth.

Lanjutnya, 2 (dua) item yang tidak laksanakan adalah 2 buah lemari penyimpanan darah. satunya tidak sama sekali diadakan, satunya itu baru diadakan tetapi barang itu tidak memenuhi spesifikasi.

“Barang itu sampai dengan sekarang sama sekali tidak dimanfaatkan karena memang tidak sesuai dengan spesifikasi”, Lanjut Robert.

Menurutnya, penggeledahan itu dimaksud karena penyidik sudah meminta secara langsung kepada pihak-pihak yang diperiksa agar  kooperatif untuk menyerahkan dokumen-dokumen yang diminta namun pihak-pihak tersebut di tidak menyerahkan dengan alasan masih minta persetujuan direktur dan minta persetujuan Bupati.

“Dari hasil penggeledahan itu kami menemukan dan menyita dokumen-dokumen penting dan data-data terkait dengan kegiatan dimaksud”, jelas Robert.

Dirinya menegaskan langkah selanjutnya Pihaknya akan berkoordinasi dengan tim auditor untuk menghitung, dan menetapkan tersangka.

“Langkah selanjutnya dari penyidikan ini kami akan berkoordinasi dengan tim auditor untuk menghitung kerugian negara setelah itu baru kami akan menetapkan siapa yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana dan akan ditetapkan sebagai tersangka”, Tutup Robert. (LPM/PNT)

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *