Dianggap Pencemaran, Kades Femnasi Protes Postingan Warga di Medsos Terkait Dana Desa

  • Bagikan

KEFAMENANU- Postingan oleh salah satu akun Facebook terkait pekerjaan jalan desa Femnasi, kecamatan Miomaffo Timur dengan pagu anggaran Rp477.173.752 bersumber dari dana desa TA 2019 yang terbengkalai menuai tanggapan balik dari kepala desa Femnasi.

Saat dikonfirmasi di kediamannya, Sabtu (27/02/2021) Kepala Desa Femnasi, Klemens Manu mengatakan postingan oleh akun Facebook Serfas TnaAuni dianggap sebagai postingan liar yang tidak punya dasar keakuratan data.

Tangkapan layar salah satu postingan warga di Facebook.

Menurutnya, nominal dana yang di muat dalam postingannya itu hanya secara umum Sementara pagu anggaran Rp477.173.752 tersebut sudah di alokasikan untuk beberapa item program.

“Nilainya yang dimuat di atas postingan itu memang betul-betul tidak seperti itu karena pagu anggaran Rp477.000.000 sekian itu ada beberapa item didalamnya yang sudah di kerjakan yaitu pembuatan rabat dan pengadaan sirtu jalan”, kata Klemens.

Ia menambahkan, yang belum dikerjakan dan terbawa dari TA 2019 yakni pembuatan tembok penahan panjangnya 90m dan pembuatan saluran panjangnya 60m itu karena terkendala dengan covid-19 dan proses pencairan dana desa diakhir tahun.

Terkait dengan postingan tersebut dirinya menghimbau kepada pemilik akun Serfas TnaAuni agar bisa memberikan klarifikasi pribadi dalam suasana kekeluargaan.

“Kalau bisa saya minta dengan hormat untuk beliau servas ini datang ke sini dulu secara kekeluargaan untuk memulihkan nama baik saya, karena saya anggap ini pencemaran nama baik. Kalau tidak datang kita bertindak secara hukum”, tegas Klemens.

Terpisah, Pemilik akun Facebook Serfas TnaAuni yang dihubungi melalui via telepon mengatakan postingannya itu sebagai bentuk kepeduliannya terhadap keluhan masyarakat Desa Femnasi yang tidak pernah di tanggapi oleh kepala desa Femnasi.

Menurutnya, saat warga desa Femnasi yang sudah di bayarkan HOK meminta kepala desa untuk melanjutkan pekerjaan tersebut namun Kepala desa Femnasi mengalihkan tanggung jawab bahwa itu tanggung jawabnya pihak supplier.

Terkait himbauan kepala desa Femnasi, Dirinya mengungkapkan tidak akan berkoordinasi dengan Kepala desa Femnasi dan tetap bersikukuh dengan pendiriannya walaupun akan di proses secara hukum. (LPM/PNT)

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *