Cegah Stunting, BISA Jalin Kerjasama dengan Dinas PMD TTU

  • Bagikan

KEFAMENANU- Better Investment for Stunting Alleviation (BISA) bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menggelar kegiatan Orientasi Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Kepala Desa/Tokoh Penggerak Gizi tentang intervensi kunci dalam strategi nasional stunting, 8 aksi konvergensi, strategi komunikasi perubahan perilaku dan pemetaan  masyarakat di kabupaten TTU, yang di gelar di Hotel Victory 2, Selasa (23/02/2021).

Pantauan promoNTT.com, kegiatan ini melibatkan 20 kepala Desa sasaran dan perwakilan Kader pembangunan manusia (KPM) se-kabupaten TTU, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten TTU dan Perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten TTU.

Chief of party BISA, Prima Setiawan mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk penyegaran kembali terkait beberapa kegiatan terdahulu yang melibatkan Kepala Desa sasaran dan perwakilan Kader pembangunan manusia (PMD) desa.

“Jadi hari ini kita mau melakukan penyegaran kembali tentang aksi konvergensi di tingkat desa, yaitu mengacu pada 5 layanan yang ada 14 indikator yang perlu dilengkapi oleh KPM dalam upaya pencegahan stunting itu yang kemudian bersama dengan kepala desa dan sektor lainnya di desa untuk membangun forum desa sehat” kata Prima.

Menurutnya, salah satu tugas KPM yakni melakukan pemetaan keluarga 1000 hari pertama kehidupan itu dari keluarga yang ada ibu hamilnya kemudian yang memiliki anak usia 0-24 bulan, dan juga keluarga yang memiliki anak remaja usia 12-18 tahun.

“Kenapa keluarga ini disasar karena memang dari strategi nasional juga kan mereka menjadi sasaran dan sebenarnya di periode inilah, pencegahan stunting bisa dilakukan sebab gizi yang baik dan kesehatan yang baik dari kehamilan sampai anak usia 2 tahun itu dapat membantu untuk pertumbuhan dan perkembangan otak dan imunitas anak lebih maksimal kemudian juga imunitas yang mereka”, tambah Prima

Terkait untuk aksi konvergensi desa, BISA berencana melakukan pendampingan ke desa walaupun dengan keterbatasan sumber daya namun pihaknya bekerjasama dengan Dinas PMD Kabupaten TTU.

“Kita akan bekerjasama dengan DPMD kabupaten TTU karena mereka sendiri   punya pendamping lokal Desa (PLD) dan  pendamping Desa (PD) sehingga kita berharap bisa bersinergi dengan DPMD agar masyarakat desa bisa lebih terdampingi dan proses bisa berjalan lancar”, Ungkap Prima.

Sementara itu Mewakili Pihak Dinas PMD Kabupaten TTU, Yustina Muti,SKM Kepala Bidang pemberdayaan kemasyarakatan mengatakan tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan peningkatan pengetahuan kepada kepala desa soal pencegahan stunting di desa.

Sementara target dari WHO itu harus kurang dari 20%, dan harus optimis target dari WHO akan berhasil.

“Stunting di kabupaten TTU progres sangat bagus, menurun sekali dari tahun lalu 31,3% dan di bulan Februari 2021 kita mendapatkan data dari Dinas kesehatan sudah menurun sekitar 28% berarti kita berhasil”, tutur Muti

Dirinya mengungkapkan kepada para kader dan kepala desa sasaran yang mendapat alokasi dana desa supaya dana desa  dapat di anggarkan untuk membantu stunting sesuai dengan pemetaan kader pembangunan manusia (KPM).

“Apa yang di data atau dilakukan oleh KPM yaitu 1000 hari pertama kehidupan itu sendiri terdiri dari remaja, ibu hamil, ibu menyusui dan bayi usia 0-23 bulan itu harus didata semua, itu yang akan di bawa dalam perencanaan anggaran di dana desa”, Tegas Muti.

Tambahnya, ada 5 menu yang ditawarkan oleh Kemendes yakni kesehatan ibu dan anak, konseling gizi terpadu, air bersih dan sanitasi, perlindungan sosial atau jaminan kesehatan, pendidikan anak usia dini (PAUD). (LPM/PNT)

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *