Antisipasi DBD, Dinas Kesehatan TTU Lakukan Simulasi Penggunaan Swingfogg

  • Bagikan

MENGANTISIPASI merebaknya Kasus demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Dinas Kesehatan Kabupaten TTU melakukan simulasi pelatihan penggunaan swingfog kepada tenaga kesehatan lingkungan yang ada di 26 Puskesmas guna mencegah penyebaran penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) di depan kantor Dinas kesehatan, Kamis, (07/1/2021)

Kepada awak media hari ini, Kepala Dinas Kesehatan TTU, Thomas J.M. Laka, SKM, menyampaikan bahwa kegiatan simulasi tersebut bertujuan untuk melatih tenaga kesehatan lingkungan dalam menggunakan Swingfog karena selama ini, tepatnya saat penanganan semuanya dari daerah.

“Kita ingin mengantisipasi penyakit demam berdarah, maka keterbatasan mesin swingfog karena mahal dan langka dan selama ini hanya beberapa tenaga kesehatan saja yang mampu mengoperasikan alat itu, sehingga saya mengambil kebijakan memanggil tenaga kesehatan lingkungan dari 26 Puskesmas supaya mereka melakukan semacam pembekalan pelatihan,” Jelas Laka.

Laka melanjutkan bahwa kegiatan simulasi pelatihan tersebut bertujuan agar menambah operator teknis swingfog sehingga tidak seharusnya tim dari daerah yang terjun ke Puskesmas-puskesmas.

“Ini dilakukan supaya semua tenaga kesehatan lingkungan di puskesmas-puskesmas mereka punya kemampuan untuk mengoperasikan mesin swingfog, sehingga jika terjadi kasus DBD di wilayah Puskesmas itu, tidak terkesan petugas dari kabupaten yang harus turun untuk tangani,” urai Laka.

Laka menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu cara mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui tenaga kesehatan lingkungan yang ada, terutama dalam hal penanganan DBD. Dia juga mengungkapkan bahwa untuk Kabupaten TTU hingga akhir tahun 2020 kemarin, kasus DBD terdapat 5 kasus di desa T’eba Timur.

Seperti diketahui, DBD termasuk penyakit dalam kategori sangat berbahaya yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina dan Aedes Albopictus. (LPM/PNT)

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *