5 Kabupaten Ini Jadi Prioritas Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di NTT

  • Bagikan
banner 468x60

KUPANG– Ada 5 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur ditetapkan menjadi wilayah prioritas pengurangan kemiskinan ekstrem di NTT. Kelima kabupaten tersebut adalah Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Bupati Timor Tengah Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Pemilihan 5 kabupaten prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2021 tersebut, didasarkan bukan hanya pada kriteria persentase tingkat kemiskinan ekstrem, tetapi juga dikombinasikan dengan jumlah masyarakat miskin ekstrem di wilayah tersebut.

banner 336x280

Ukuran tingkat kemiskinan ekstrem yang digunakan mengacu pada definisi Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa Bangsa, yaitu sebesar 1,9 dolar AS PPP (purchasing power parity) per kapita per hari, di bawah ukuran tingkat kemiskinan umum yang digunakan BPS yaitu sebesar 2,5 US dolar PPP per kapita per hari.

Khusus untuk lima kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang menjadi prioritas di tahun 2021 ini, total jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 212.672 jiwa dengan total jumlah rumah tangga miskin ekstrem 89.410 RT. Jumlah tersebut tersebar di Kabupaten Sumba Timur dengan tingkat kemiskinan ekstrem 17,47% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 45.550 jiwa; Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan tingkat kemiskinan ekstrem 17.30% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 81.180 jiwa; Kabupaten Rote Ndao dengan tingkat kemiskinan ekstrem 16,21% jumlah dan penduduk miskin ekstrem 28.720 jiwa; Kabupaten Sumba Tengah dengan tingkat kemiskinan ekstrem 21,51% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 15.820 jiwa; serta Kabupaten Manggarai Timur dengan tingkat kemiskinan ekstrem 15,43% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 44.630 jiwa.

Wakil Presiden Republik Indonesia K. H. Ma’ruf Amin dalam kunjungannya ke NTT mengatakan bahwa dalam 3 bulan terakhir di tahun 2021 akan disiapkan bantuan berupa tambahan uang tunai khusus untuk rumah tangga miskin ekstrem di 5 kabupaten prioritas di Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan data yang sekarang tersedia.

Untuk program khusus 2021 ini, Pemerintah akan menggunakan program yang ada yaitu Program Sembako dan BLT-Desa untuk memberikan dukungan tambahan bagi kelompok miskin ekstrem di 5 kabupaten prioritas di NTT pada tahun 2021 ini.

Berikut Indikator Kesejahteraan Sosial Utama 5 Kabupaten Prioritas TA 2021 di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Kabupaten Sumba Timur

Kemiskinan :
Tingkat kemiskinan 29,65% jumlah penduduk miskin 77.300 jiwa.
Tingkat kemiskinan ekstrem 17,47% jumlah penduduk miskin ekstrem 45.550 jiwa.
Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Ekstrem :
57,79% tidak bersekolah, hanya 26,04% lulus SD, 2,55% lulus SMP, 12,14% lulus SMA, dan 1,48% lulus PT.
Lapangan Pekerjaan :
55,82% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian.
Infrastruktur Dasar :
Rumah tangga miskin ekstrem 3,09% tidak memiliki rumah sendiri, 6,94% tidak memiliki listrik, 46,06% tidak memiliki toilet, 40,42% tidak memiliki akses air minum layak.
Akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan :
30,37% penduduk miskin ekstrem memiliki akses(*) terhadap kredit/pembiayaan, hanya 20,86% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.
Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%.

Kabupaten Timor Tengah Selatan

Kemiskinan :
Tingkat kemiskinan 27,49% jumlah penduduk miskin 128.980 jiwa.
Tingkat kemiskinan ekstrem 17,30% jumlah penduduk miskin ekstrem 81.180 jiwa.
Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Ekstrem
45,00% tidak bersekolah, hanya 33,03% lulus SD, 5,44% lulus SMP, 14,37% lulus SMA, dan 2,16% lulus PT.
Lapangan Pekerjaan :
49,15% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian.
Infrastruktur Dasar :
Rumah tangga miskin ekstrem semua memiliki rumah sendiri, 51,69% tidak memiliki listrik, 10,14% tidak memiliki toilet, 60,67% tidak memiliki akses air minum layak.
Akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan :
12,09% penduduk miskin ekstrem memiliki akses(*) terhadap kredit/pembiayaan, hanya 13,75% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.
Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%.

Kabupaten Rote Ndao

Kemiskinan:
Tingkat kemiskinan 27,54% jumlah penduduk miskin 48.770 jiwa.
Tingkat kemiskinan ekstrem 16,21% jumlah penduduk miskin ekstrem 28.720 jiwa.
Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Ekstrem :
28,21% tidak bersekolah, hanya 38,33% lulus SD, 5,80% lulus SMP, 27,16% lulus SMA, dan tidak ada yang lulus PT.
Lapangan Pekerjaan :
52,08% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif,
bekerja di sektor pertanian.
Infrastruktur Dasar :
Rumah tangga miskin ekstrem 1,94% tidak memiliki rumah sendiri, 25,90% tidak memiliki listrik, 32,11% tidak memiliki toilet, 37,43% tidak memiliki akses air minum layak.
Akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan :
31,71% penduduk miskin ekstrem memiliki akses(*) terhadap kredit/pembiayaan, hanya 25,46% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.
Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%.

Kabupaten Sumba Tengah

Kemiskinan :
Tingkat kemiskinan 34,49% jumlah penduduk miskin 25.370 jiwa.
Tingkat kemiskinan ekstrem 21,51% jumlah penduduk miskin ekstrem 15.820 jiwa.
Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Ekstrem :
40,71% tidak bersekolah, hanya 34,88% lulus SD, 9,68% lulus SMP, 12,49% lulus SMA, dan 2,25% lulus PT.
Lapangan Pekerjaan :
50,36% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian.
Infrastruktur Dasar :
Rumah tangga miskin ekstrem semua memiliki rumah sendiri, 25,71% tidak memiliki listrik, 45,40% tidak memiliki toilet, 41,54% tidak memiliki akses air minum layak.
Akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan :
Hanya 5,55% penduduk miskin ekstrem memiliki akses(*) terhadap kredit/pembiayaan, 21,13% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.
Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%.

Kabupaten Manggarai Timur

Kemiskinan:
Tingkat kemiskinan 26,52% jumlah penduduk miskin 76.690 jiwa.
Tingkat kemiskinan ekstrem 15,43% jumlah penduduk miskin ekstrem 44.630 jiwa.
Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Ekstrem :
11,71% tidak bersekolah, 73,29% lulus SD, hanya 2,45% lulus SMP, 12,55% lulus SMA, dan tidak ada yang lulus PT.
Lapangan Pekerjaan :
49,70% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian.
Infrastruktur Dasar :
Rumah tangga miskin ekstrem semua memiliki rumah sendiri, 43,12% tidak memiliki listrik, 12,95% tidak memiliki toilet, 63,05% tidak memiliki akses air minum layak.
Akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan :
32,42% penduduk miskin ekstrem memiliki akses(*) terhadap kredit/pembiayaan, hanya 18,25% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.
Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%.

Menurut catatan, pembiayaan progarm penanggulangan kemiskinan ini bersumber dari KUR, bank umum, BPR, koperasi, perorangan, pegadaian, leasing, KUBE/KUB, BUMDES, lainnya. (*/HMS/PNT)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *