Click it!
Produksi Benih Jagung Sendiri, Kabupaten Belu Mampu Suplai ke Kabupaten Lain | promoNTT.com

Produksi Benih Jagung Sendiri, Kabupaten Belu Mampu Suplai ke Kabupaten Lain

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Belu. Dalam kunker kali ini, Gubernur NTT mengunjungi Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk untuk menyaksikan secara langsung penyerahan benih padi, benih jagung Hibrida, benih jagung Komposit dan alsintan berupa alat pemipil jagung dan padi kepada kelompok tani di Desa Leuntolu oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu, (15/11/2020).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Lecky Frederich Koli, saat memberikan sambutan sekaligus menyerahkan bantuan kepada Kelompok Tani di Kabupaten Belu, Minggu,(15/11/2020).

Dalam sambutan Gubernur NTT yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Lecky Frederich Koli mengatakan, setelah sekian lama para petani dan pendampingan penyuluh di Nusa Tenggara Timur ini bergantung benih kepada provinsi lain. Hal ini menyebabkan perkembangan usaha pertanian kita sering mengalami keterlambatan. Benih tiba setelah musim hujannya sudah lewat dan petani menerima benih asalan sehingga mengakibatkan hasil produktifitas menjadi rendah.

Untuk itu, saat ini Kabupaten Belu telah menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mampu memproduksi dan menghasilkan sendiri benih Jagung Komposit bahkan mampu mensuplai ke kabupaten lain.

“Dari aspek perbenihan ini saja Kabupaten Belu sudah bisa memproduksi benih jagung jenis Komposit dan benih ini sudah bisa keluar dari Kabupaten Belu dan sudah bisa suplai ke Kabupaten Kupang. Kabupaten Kupang juga sudah bisa memberikan benih padi untuk bisa back up ke Kabupaten Belu. Hal-hal yang sama juga kita lakukan di daratan Flores misalnya benih jagung Komposit yang diproduksi Flores dan padi kita suplai untuk Kabupaten Sumba,” ujarnya.

Dirinya juga mengharapkan kepada semua petani yang akan mengikuti program pemerintah tidak sebatas hanya jagung. Namun semua jenis holtikultura, baik itu bawang, cabe, tomat dan semua jenis kacang-kacangan wajib di kembangkan.

“Bukan hanya panen kacang hijau tetapi harus ada ternak kecil, unggas dan lain sebagainya sehingga tujuannya untuk ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, rumah tangga sekaligus bisa memenuhi tanggung jawab sosial bagi petani yang bersangkutan karena sudah mempunyai aset dan membantu pemerintah dalam meningkatkan masalah kemiskinan dan sebagainya”, harapnya.

Menurutnya, Kedepan diperlukan kerjasama antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten juga semua stakeholder beserta pendamping PPL untuk bisa berintegrasi dan bersama-sama mendorong kelompok tani dan para petani untuk bisa meningkatkan produksi yang lebih baik.

Untuk diketahui, pemerintah telah menyalurkan bantuan kepada beberapa kelompok tani di kabupaten Belu antara lain, penerima Benih Jagung Hibrida yakni Poktan Sinar Kualitas dan Poktan Sinar Melamonun, Poktan penerima Benih Padi yakni Poktan Makmur Mandiri, dan Poktan Hali Asekin, Poktan penerima Benih Jagung Komposit yakni Poktan Sinar Harapan dan Poktan penerima Pemipil Jagung adalah Poktan Manuaman. (LPM/STA/PNT)

loading...

promoNTT.com

Next Post

Wali Kota Kupang Keluarkan Perwali, Denda Hingga Rp 10 Juta Bagi Pelanggar Prokes

Kam Nov 19 , 2020
WALI KOTA Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) […]
error

Bagikan ke Teman

RSS
Follow by Email
Instagram