Sudah Lebih dari 3,5 juta Orang Daftar Kartu Prakerja Gelombang 9 | promoNTT.com

Sudah Lebih dari 3,5 juta Orang Daftar Kartu Prakerja Gelombang 9

BARU dua hari dibuka, sejak Kamis, 17 September 2020, pendaftar Kartu Prakerja gelombang 9 sudah membludak. ADVERTISEMENT Head of Communication Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu mengungkap, sudah ada lebih dari 3,5 juta pendaftar gelombang 9.

“Sudah lebih dari 3,5 juta pendaftar,” kata Louisa, seperti dilansir Ayojakarta, Jumat (18/9/2020).

Untuk kuota di gelombang 9, dia menyebut pihaknya hanya menyiapkan 800.000 penerima. Hingga gelombang 1 sampai 8, Manajemen Kartu Prakerja membeberkan sudah sebanyak 23.171.233 orang mendaftarkan diri untuk bantuan subsidi dari pemerintah ini.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, mengatakan kuota penerima Kartu Prakerja hanya tinggal 1 juta dari total 5,6 penerima yang diberikan oleh pemerintah.

Sebagai informasi, berdasarkan pantauan sebelumnya, pendaftar Kartu Prakerja jumlahnya selalu meningkat di setiap gelombangnya. Di gelombang 6, Louisa membeberkan bahwa pendaftar mencapai 1,76 juta orang. Lalu pada gelombang 7, jumlah pendaftar mengalami kenaikan yaitu lebih dari 2,8 juta orang. Kemudian di gelombang 8 pendaftar Kartu Prakerja lebih banyak lagi, yaitu sebesar 4,7 juta.

Berdasarkan hitungan, dari gelombang 1 hingga 8, sudah ada total 4,676,811 orang yang menjadi penerima subsidi pemerintah lewat Kartu Prakerja.

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja mempunyai syarat-syarat khusus bagi pendaftar yang masuk dalam kriteria untuk menjadi penerima Kartu Prakerja.

Syarat-syarat khusus tersebut yaitu pertama, Warga Negara Indonesia (WNI). Kedua, berusia minimal 18 tahun. Ketiga, tidak sedang menempuh pendidikan formal.

Selain ketiga syarat diatas, Pelaksana Kartu Prakerja juga mengacu pada daftar hitam yang tidak diperbolehkan menerima Kartu Prakerja. Daftar tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2020.

Adapun daftar hitam yang dimaksud adalah mereka yang berstatus sebagai pejabat negara, pemimpin dan anggota DPRD, ASN, prajurit TNI, anggota kepolisian, kepala dan perangkat desa, direksi, komisaris, dan dewan pengawas pada BUMN atau BUMD.

Nantinya, 800 ribu peserta yang lolos akan mendapatkan insentif dengan total nilai Rp 3,55 juta, dengan rincian, Rp 1 juta untuk biaya pelatihan (tidak bisa dicairkan), Rp 600 ribu/orang untuk empat bulan atau totalnya mencapai Rp 2,4 juta, sedangkan sisanya sebesar Rp 150 ribu merupakan insentif survei. (NET)

loading...

promoNTT.com

Next Post

Capai Target Akseptor,Pemda Belu Raih Perhargaan dari BKKBN Pusat

Sab Sep 19 , 2020
KEGIATAN orientasi peningkatan kapasitas tenaga lini lapangan bagi Pembantu Pembina Keluarga Berencana […]
error

Bagikan ke Teman

RSS
Follow by Email
Instagram