Kepentingan Masyarakat Semau di Atas Segalanya | promoNTT.com

Kepentingan Masyarakat Semau di Atas Segalanya

ASPIRASI masyarakat di Pulau Semau Kabupaten Kupang Provinsi NTT yang ingin bergabung secara administrasi kepemerintahan di Kota Kupang terus bergulir. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sesuai kewenangan dan regulasi yang ada seraya memperhatikan hasil kajian dari Tim Pengkaji Undana Kupang untuk memproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pemprov NTT dengan kewenangan yang ada kami selalu menempatkan kepentingan dan aspirasi masyarakat di Pulau Semau di atas segala-galanya,” tandas Kepala Badan Perbatasan Provinsi NTT, Linus Lusi Making, S.Pd, M.Pd saat tampil dalam acara Dialog Publik di TVRI NTT, Rabu (15/07/2020) petang.

Acara Dialog Publik dengan tema Semau Mau Kemana? dipandu Jhon Hayon, menghadirkan Ketua Tim Pengkaji Undana Kupang, Dr. Azis Salim Djaha, M.Si dan dihadiri sejumlah pejabat Kepala Bidang (Kabid) Batas Daerah Badan Perbatasan Provinsi NTT, Drs. Thomas Lelan, Kabid Infrastruktur Stef Surat, ST, MT, Kasubag Umum dan Kepegawaian Olin Foenay dan sejumlah pejabat lainnya.

Menurut Linus Lusi, aspirasi dan dinamika yang terjadi antara Pemprov NTT, Pemerintah Kabupaten Kupang dan Pemerintah Kota Kupang saat perhelatan seminari hasil kajian pada Rabu (08/07/2020) lalu merupakan hal yang sangat wajar.

Kepala Badan Perbatasan Provinsi NTT, Linus Lusi Making, S.Pd, M.Pd saat tampil dalam acara Dialog Publik di TVRI NTT, Rabu (15/07/2020) petang. Ikut hadir Ketua Tim Pengkaji Undana Kupang, Dr. Azis Salim Djaha, M.Si. (FOTO: VALERI GURU)

“Tetapi Pemprov NTT melihat dan mendasarkan diri dari aspirasi yang ada di masyarakat. Kami respons aspirasi tersebut dan membangun komunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi yang ada di NTT dan kami memberi mandate kepada Undana untuk meneliti dan mengkaji aspirasi masyarakat Semau,” ucap Linus seraya menegaskan, “Pulau Semau masuk dalam Kawasan Strategis Nasional (KSN).”

Di tempat yang sama, Ketua Tim Pengkaji Undana Kupang, Dr. Azis Salim Djaha, M.Si mengaku pihaknya menggunakan metodologi campuran yakni pendekatan kualitatif, kuantitatif dan survey untuk meneliti dan mengkaji aspirasi masyarakat Semau.

“Dari setiap penduduk di Pulau Semua yang berumur 17 tahun ke atas, kami mendapatkan 565 responden dan sebanyak 68 % menyatakan setuju untuk Semau dialihkan ke Kota Kupang. Hanya 31 % yang menyatakan ragu atau tidak setuju untuk dialihkan ke Kota Kupang,” ujar Azis Djaha.

BACA JUGA : Rencana Semau Gabung Kota Kupang: Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Menurut doktor ilmu administrasi Fisip Undana Kupang ini 68 % yang menyetujui masyarakat Semau dialihkan ke Kota Kupang dengan dasar alas an akses ke pusat pemerintahan di Oelamasi biayanya sangat mahal.

“Masyarakat mengaku sangat sulit untuk mendapatkan akses ke pusat-pusat layanan. Masyarakat Semau kalau ke Oelamasi harus melalui Kota Kupang. Ini hanya soal aspek kemanusiaan saja. Karena itu, aspirasi masyarakat Semau yang berkembang saat ini adalah mereka layak untuk dialihkan ke Kota Kupang sesuai peraturan perundang-undangan yang ada,” tutur Azis, apa adanya.

Sebelumnya diberitakan Wagub NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM berharap rencana penggabungan Semau ke Kota Kupang harus dikaji secara integral dengan mengedepankan prinsip-prinsip kepemerintahan.

“Kesejahteraan masyarakat merupakan kepentingan umum yang harus kita lihat. Tata kelola harus baik; mulai dari norma, prosedur hal-hal teknis mekanisme dan administrasinya. Karena itu, dalam tata kelola wilayah harus ada kajian integral serta prinsip pemerintahan yang baik dan benar,” pinta Wagub Nae Soi.

Dijelaskan, tugas pemerintah dalam hukum administrasi adalah memberikan kemakmuran dan kesejahteraan berdasarkan keadilan dalam suatu negara. Dimana ada hukum maka ada keadilan. Oleh sebab itu peran Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat di daerah adalah memberikan pembinaan dan pengawasan sesuai dengan norma, prosesur, dan kriteria.

“Maka sebagai Pemprov kita minta pihak Akademisi Universitas Nusa Cendana Kupang untuk melihat dan mengkaji dengan melakukan penelitian dan seminar supaya kita bisa memiliki suatu data yang menunjukan norma, prosedur dan kriteria. Sebab administrasi modern dalam pemerintahan yang kuat harus ada tata kelola yang baik,” tegas Wagub Nae Soi.

“Saya sangat berterima kasih kepada pihak Universitas Nusa Cendana Kupang yang telah membantu Pempov NTT dalam melakukan seminar dan mengkaji semua hal terkait dengan pengalihan Semau dari Kabupaten Kupang ke Kota Kupang,” tambahnya. (Valeri Guru)

loading...

promoNTT.com

Tinggalkan Balasan

Next Post

Jokowi: Memang Harus Disanksi, Masyarakat Tidak Miliki Kesadaran Pakai Masker

Kam Jul 16 , 2020
PRESIDEN Joko Widodo atau Jokowi akan mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) yang mengatur […]
error

Bagikan ke Teman

RSS
Follow by Email
Instagram