UPDATE COVID-19: Kebijakan Bupati Ende Harus Dikomunikasikan dengan Baik | promoNTT.com

UPDATE COVID-19: Kebijakan Bupati Ende Harus Dikomunikasikan dengan Baik

Banyak cara dilakukan setiap pemimpin untuk menekan laju penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di daerahnya masing-masing. Salah satu contoh nyata kebijakan yang diambil Bupati Ende, Djafar Achmad yang menutup jalur darat, laut dan udara di Kabupaten Ende – Flores Provinsi NTT.

Kebijakan ini berlaku hingga 31 Mei 2020 yang akan datang. Untuk itu, juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yanfg juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Jelamu Ardu Marius, meminta agar kebijakan Bupati Ende tersebut dapat dikomunikasikan dengan baik.

“Kebijakan itu baik. Namun demikian harus dikomunikasikan secara baik dengan semua pihak termasuk para bupati se daratan Flores,” kata Marius kepada pers di Kupang, Rabu (29/04/2020) siang.

Dia menegaskan, prinsipnya kebijakan yang dikeluarkan Bupati Ende itu sangat baik. “Perlu komunikasi. Apalagi di wilayah Flores kan kita saling tergantung soal logistik dan sembilan bahan pokok (sembako),” ucap Marius.

Marius menambahkan, kebijakan pembatasan sosial bersakala besar atau PSBB ternyata cukup efektif dalam memperlambat penyebaran virus corona. Ini bisa dilihat pada angka-angka dari gugus tugas yang sudah disampaikan kepada publik melalui media.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende beberapa hari lalu telah mengeluarkan kebijakan untuk menutup pintu masuk dan keluar Ende, baik darat, laut dan udara. Bupati Ende Djafar Achmad melarang orang masuk dan keluar wilayah Ende, baik menggunakan transportasi darat, laut dan udara.

Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Ende Nomor: BU.550/DISHUB.12/231/IV/2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Lebaran Idul Fitri 1441 H.

Untuk jalur darat, Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 Ende telah menyiapkan petugas di perbatasan Ende-Kabupaten Sikka dan Ende-Kabupaten Nagekeo.
Marius mendukung upaya Pemkab Ende untuk menempatkan tenaga medis di setiap pintu perbatasan.

“Saya pikir perlu ada petugas medis di setiap pintu perbatasan untuk memastikan agar setiap orang yang lewat atau masuk keluar Ende dalam keadaan sehat. Semua ini demi kebaikan seluruh masyarakat tidak hanya di wilayah Flores tetapi seluruh NTT,” tandas Marius. (*)

loading...

promoNTT.com

Tinggalkan Balasan

Next Post

9 Warga NTT Positif Covid-19

Kam Apr 30 , 2020
HASIL pemeriksaan Swab di Jakarta menyatakan 9 orang warga Nusa Tenggara Timur […]
error

Bagikan ke Teman

RSS
Follow by Email
Instagram